Teknologi Informasi
Nama : Shintia Rosalinda Walanda
NIM : 17031108043
Buah Naga
Buah naga dijuluki juga sebagai “King of
Fruit” atau rajanya buah saat ini sedang mendunia. Buah ini termasuk ke dalam
kelompok tanaman kaktus atau familli Cacteceae dan genus Hylocereus yang
terdiri dari 16 spesies.
• Daerah asal kaktus hutan ini adalah Meksiko. Orang Meksiko sering
menyebutnya sebagai Pithaya atau Piaya Roja. Buah
naga pertama kali masuk ke daratan Asia yaitu dari Vietnam yang dibawah oleh
orang Perancis sekitar tahun 1870. Sedangkan di Indonesia sendiri masuk pada
tahun 2000-an. Nama “Dragon Fruit” disebabkan karena budaya Cina Kuno.
Cara Budidaya Buah Naga
1. Persiapan
bibit
• Untuk perbanyakan generatif, biji buah naga
perlu dilakukan persemaian sampai berukuran 2 cm, baru kemudian ditanam dengan
media yang sudah di berikan pupuk NPK untuk membantu perkecambahan.
• Untuk perbanyakan vegetatif yaitu dengan
menggunakan stek cabang atau stek batang. Batang atau cabang yang digunakan
harus dalam keadaan sehat, keras, tua, sudah berbuah, dan berwarna hijau
kelabu. Dengan ukuran stek yang ideal adalah 20-30 cm.
2. Persiapan Tiang Panjat
(1). Tiang panjatan bentuk tunggal
• Panjatan hidup (syarat : perakaran tanaman
buah naga harus cukup dalam, minimal 30 cm, agar tidak tejadi kompetisi
memperebutkan unsur hara, tanamannya harus tahan terhadap pemangkasan berat,
pertumbuhan panjatan hidup harus memiliki titik pertumbuhan tegak lurus.
• Panjatan tiang beton (kuat, tahan lama, dan
kokoh. Tapi, menyebabkan percabangan bagian dalam tidak produktif).
(2). Panjatan kelompok (Double Rowing)
yaitu
dengan membuat tiang panjat yang mampu menahan 16 tanaman sebaris.
Jarak tanam double rowing 30 cm antar baris, dan 30 cm antar tanaman.
3.
Pengelolahan Tanah
Harus di gemburkan terlebih dahulu dengan cara di cangkul sedalam satu
cangkulan, kemudian di bolak-balik.
4.
Pengairan
(1).
Pengairan sistem leb : seperti pengairan pada sawah dengan menggunakan mata
air dan sistem drainase yang diatur dengan membuka atau menutup saluran air.
(2). Pengairan sistem pipa plastik : dengan
meletakan pipa yang di atur miring untuk menyalurkan air bagi tanaman.
5.
Penyulaman : dilakukan seminggu
setelah tanam. Penyulaman merupakan kegiatan mengganti tanaman yang mati, tidak
tumbuh, atau mengalami kerusakan fisik.
6.
Pengaturan letak dan pengkikatan cabang : Perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
7.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan cara berkala sesuai dengan umur tanaman,
namun dapat pula di lakukan ketika tanaman menunjukan gejala-gejala kekurangan
unsur hara.
8.
Pemangkasan bertujuan untuk
memperoleh keseimbangan pertumbuhan. Jika terdapat tiga tunas bersamaan,
pilihlah sulur atau tunas produksi yang terbaik. Berwarna hijau, kekar, dan tebal.
9.
Pembungaan
Tanaman mulai belajar berbungan pada. Jika kuntum bunga telah tumbuh
20% dari populasi tanaman, maka lakukan penyiraman setidaknya 2 minggu sekali.
Tinggalkan 1-2 kuntum bunga pada setiap sulur
atau cabang produksi, agar kualitas buah lebih baik.
Kesimpulan
Budidaya buah naga dapat dilakukan dengan cara
generatif (pembibitan), maupun dengan cara vegetatif (stek batang), cara
perawatannya dengan memerhatikan pemberian pupuk atau nutrisi sesuai umur
tanaman, serta pengairan dan pemangkasan yang teratur untuk memberikan hasil
panen yang optimal.
Daftar Pustaka
Kristanto, Daniel.
2014. Berkebun Buah Naga. Jakarta: Penebar Swadaya
Komentar
Posting Komentar