MK Teknologi Informasi
Tentang Melon
oleh : Tesalonika Purukan
(17031108017)
A. Sejarah Singkat
Melon
(Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak
yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania
yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan
tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad
ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di
Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru
dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.
1.
Sentra Penanaman
Sebelum tahun 1980, buah melon hadir
di Indonesia sebagai buah impor. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang
mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda
(Lampung) dengan varietas melon dari Amerika, Taiwan, Jepang, Cina, Perancis,
Denmark, Belanda dan Jerman. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi, Madiun,
Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen, Sukoharjo, Boyolali,
Karanganyar dan Klaten). Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon
terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama.
2.
Jenis Tanaman
Jenis-jenis melon yang terkenal
adalah: melon Christianism (1850); melon Sill Hybrid (1870); melon Surprise
(1876); melon Ivondequoit, Miller Cream, Netted Gem, Hacken Sack dan Osage
(1881-1890); melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933); melon Imperial
(1935); melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). Untuk memudahkan sistem
penanaman dan pengelompokan melon, para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua
tipe, yaitu:
a.
Tipe Netted-Melon
-
Ciri-ciri: kulit buah keras, kasar,
berurat dan bergambar seperti jala (net); aroma relatif lebih harum dibanding
dengan winter-melon; lebih cepat masak antara 75-90 hari; awet dan tahan lama
untuk disimpan.
-
Varietas: (1) Cucumis melo var.
reticulatus, buah kecil, berurat seperti jala dan harum; (2) Cucumis melo var.
cantelupensis, buah besar, kulit bersisik dan harum.
b.
Tipe Winter-Melon
-
Ciri-ciri: kulit buah halus,
mengkilat dan aroma buah tidak harum; buah lambat untuk masak antara 90-120
hari; mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan; tipe melon ini sering digunakan
sebagai tanaman hias.
-
Varietas: (1) Cucumis melo var.
inodorous, kulit buah halus, buah memanjang dengan diameter 2,5-7,5 cm; (2)
Cucumis melo var. flexuosus, permukaan buah halus, buah memanjang antar 35-70
cm; (3) Cucumis melo var. dudain, ukuran kecil-kecil, sering untuk tanaman
hias; (4) Cucumis melo var. chito, ukuran buah sebesar jeruk lemon, sering digunakan
sebagai tanaman hias.
3.
Manfaat Tanaman
Buah melon dimanfaatkan sebaga
makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi.
B.
Syarat Pertumbuhan
1.
Iklim
-
Angin yang bertiup cukup keras dapat
merusak pertanaman melon, dapat mematahkan tangkai daun, tangkai buah dan
batang tanaman.
-
Hujan yang terus menerus akan
menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi
lingkungan yang menguntungkan bagi patogen. Saat tanaman melon menjelang panen,
akan mengurangi kadar gula dalam buah.
-
Tanaman melon memerlukan penyinaran
matahari penuh selama pertumbuhannya.
-
Tanaman melon memerlukan suhu yang
sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon
antara 25-30 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18
derajat C.
-
Kelembaban udara secara tidak
langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Dalam kelembaban yang tinggi
tanaman melon mudah diserang penyakit.
2.
Media Tanam
-
Tanah yang baik untuk budidaya
tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik
untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai
tanah yang terlalu basah.
-
Tanaman melon akan tumbuh baik
apabila pH-nya 5,8-7,2.
-
Tanaman melon pada dasarnya
membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi,
bukan dari air hujan.
3.
Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan
cukup baik pada ketinggian 300-900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900
meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.
Komentar
Posting Komentar